Newsflash

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

shSmoothSlideShow

powered_by.png, 1 kB

Home
Mengejar Kekudusan
Written by Darwin Egan Lontoh   
Monday, 04 February 2008

 

Kita bisa berdiri dalam panggilan Tuhan sampai sekarang bukanlah karena kekuatan kita, tetapi karena anugerah Tuhan.  Anugerah Tuhan yang membuat kita semangat, anugerah Tuhan juga yang membuat hidup kita ditebus dan diubahkan dalam Kristus.  Lalu apakah cukup sampai disitu saja? Mari kita lihat Markus 10:17-27 tentang orang kaya sukar masuk Kerajaan Tuhan.  Disitu diceritakan tentang orang muda yang kaya yang bertanya kepada Yesus tentang hidup yang kekal, “…Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?". Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Tuhan saja.”.  Kalau didalam King James Version dikatakan, “And Jesus said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God.”, hanya satu yang baik yaitu Tuhan.  Kenapa? Karena manusia sudah jatuh dalam dosa.  Banyak orang mengatakan kalau apa yang dilakukannya baik, tetapi didunia ini tidak ada satupun yang baik. 

Mari lihat pemuda kaya tersebut, ia sudah banyak melakukan perintah Tuhan.  Tetapi pemuda tersebut belum mendapatkan jawaban atas apa yang telah dilakukannya, ia menginginkan perubahan.  Dan saat Yesus memberikan jawabannya, pemuda tersebut kecewa dan sedih karena ia tidak mendapatkan jawaban sesuai keinginannya.  Hal yang sama terjadi pada banyak orang Kristen.  Mereka hanya menginginkan apa yang diinginkan hatinya tanpa mau bayar harga.  Mereka banyak melakukan hal yang baik, tetapi sebenarnya tujuannya hanya memikirkan diri sendiri.  Yesus mengatakan di ayat 23, “Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Tuhan." Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Tuhan. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan TuhanMereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?".

Banyak orang tidak mempedulikan akan keselamatan mereka.  Atau mereka memikirkan keselamatan mereka tetapi dengan cara sendiri, bukan dengan jalan

Tuhan.  Kalau zaman Yesus, banyak orang kaya yang sukar masuk Kerajaan Surga karena kekayaan mereka, mereka tidak mau bayar harga.  Tetapi pada zaman sekarang, semua orang, bukan cuma orang kaya saja, tetapi juga orang miskin, mereka tidak mau bayar harga untuk memperoleh hidup yang kekal.  Padahal Tuhan tegas mengatakan bagaimana mengikut Dia dengan sungguh-sungguh sehingga memperoleh hidup.  Banyak orang berusaha memperoleh hidup yang kekal dengan cara sendiri.  Lihat ayat 26-31, Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.”, ada harga yang harus kita bayar dan lakukan yaitu menyangkal diri dan meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Tuhan, menjadikan Dia nomor satu, dan ini adalah bagian kita.

Ingat, segala sesuatu akan diuji oleh waktu.  Kita yang sudah bertobat lahir baru juga akan diuji untuk mengetahui kesungguhan kita, dari dasar apa kita dibangun.  Lihat jemaat mula-mula, mereka mengalami penganiayaan, tetapi mereka semakin tersebar.  Kenapa? Karena mereka sungguh-sungguh dalam panggilan Tuhan.  Sama dengan kita, saat kita bertobat lahir baru sungguh-sungguh, akan ada perubahan yang membuat kita bertindak dan berbuah!  Tetapi ingat, semuanya karena anugerah Tuhan.  Anugerah Tuhan yang membuat kita mengerti bahwa tidak ada yang baik kecuali Tuhan, itulah yang membuat kita berserah dan memiliki takut akan Tuhan, bahwa bukan karena pekerjaan kita, tetapi pekerjaan Tuhan.  Lihat orang muda yang kaya tersebut, akhirnya dia tidak mau mengikut Tuhan.  Dia masih mempertahankan apa yang dimilikinya.  Kita pun tidak bisa mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh kalau kita masih mempertahankan apa yang kita miliki.  Ingat, orang yang sukar masuk Kerajaan Tuhan adalah orang ‘kaya’, kaya materi, kaya ide atau cara pikir yang melebihi Tuhan.

Mari kita lihat Ibrani 12:14, “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.”, saat kita bertobat lahir baru ada hal yang harus kita kejar, yaitu kekudusan.  Lihat Paulus dalam Filipi 3:12, “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.”, Paulus berusaha mengejar bagaimana ia terus dalam panggilan Tuhan.  Semuanya karena kekuatan Tuhan melalui anugerah-Nya.  Itulah sebabnya Tuhan memberikan kita Roh Kudus.  Karya Roh kudus dalam mengubah kita agar makin serupa dengan Kristus disebut pengudusan.  Keterlibatan kita dan kerja sama kita dengan Dia dalam karya-Nya itulah yang disebut kekudusan.    Kenapa kita mengejar kekudusan? Karena kita masih punya kedagingan yang memiliki sifat dosa.  Kalau kita tidak terus mengejar kekudusan, maka yang kita kejar adalah hal lain, kebutuhan hidup, masa depan, atau pasangan hidup.  Ingat, menjadi kudus berarti menjadi seperti Kristus, inilah tujuan Tuhan.

Lihat Lukas 13:23-24, “Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"  Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.”, apa yang kita kejar tidaklah gampangan.  Ada perjuangan dan bayar harga, aniaya, hal yang tidak enak.  Itulah yang membuat kita lebih sungguh-sungguh lagi berjuang, karena pasti bisa! Kenapa? Tuhan memberikan anugerah-Nya untuk memperlengkapi dan menguatkan kita.  Tetapi kalau kita mengejar Tuhan tetapi tidak sungguh-sungguh akhirnya hanya jatuh pada kesenangan pribadi.  1 Petrus 1:13-16 mengatakan, “Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”, inilah tujuan Tuhan, untuk menjadi kudus sama seperti Dia.  Memang saat kita mengejar akan ada aniaya, tetapi kita pasti mendapatkan.

Saat kita bertemu dengan Tuhan, kita pasti akan mengejar kekudusan, tidak macam-macam atau kompromi.  Karena darah Kristus kita bisa menyucikan hati nurani kita dari hal-hal yang tidak berkenan (1 Petrus 2:24).  Lihat Ibrani 9:14, “betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Tuhan sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Tuhan yang hidup.”.  Jadi bagaimana sekarang? Bukankah kita harus terus mengejar Tuhan?! #

Last Updated ( Friday, 15 August 2008 )
 

Polls

This Joomla! installation was ....
 

Who's Online

Random Image

© 2012 Jubilee ---- Memenangkan - Memuridkan - Mengutus
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Recommended sites: Best Web Hosting and Domain Name Registration. Created with Website Builder Software